PusakaKeris Mpu Gandring - Keris Mpu Gandring adalah senjata pusaka yang terkenal dalam riwayat berdirinya Kerajaan Singhasari di daerah Malang, Jawa Timur sekarang. Keris ini terkenal karena kutukannya yang memakan korban dari kalangan elit Singasari termasuk pendiri dan pemakainya, ken Arok.Keris ini dibuat oleh seorang pandai besi yang dikenal sangat sakti yang bernama Mpu Gandring, atas pesanan Ken Arok, salah seorang tokoh penyamun yang menurut seorang brahmana bernama Lohgawe adalah Karenamerasa anak sulung, Anusapati punya hak menduduki takhta. Namun, setelah tahu anak tiri Ken Angrok, dia pun balas dendam sekaligus merampas kekuasaan. Kesumatnya terlampiaskan. Ken Angrok tewas di tangan orang dari Batil kiriman Anusapati. Tubuhnya ditusuk keris Mpu Gandring. Bahkankonon Mpu Gandring bisa diberikan gelar insinyur pembuatan senjata keris. Namun keris buatan Mpu Gandring juga kerap membuat tumbal tewasnya sejumlah orang, termasuk Mpu Gandring sendiri dan salah satunya penguasa Tumapel Tunggul Ametung. Namun siapakah sesungguhnya Mpu Gandring insinyur pembuat keris yang termasyhur di masanya itu. ApaItu Jimat Keris Mpu Gandring ? Jimat Keris Mpu Gandring adalah Jimat keris bertuah yang memiliki ciri fisik berupa warna hitam di bilahnya dan warangkanya berwarna merah. Warna hitam tersebut terbentuk akibat terjangan energi gaib yang mencoba masuk ke dalamnya. Semakin gelap warna hitam dari keris Mpu Gandring tersebut maka semakin besar pula upaya energi gaib untuk bisa masuk ke dalamnya. PertanyaanTerkait. 1. Negara-negara ASEAN mempunyai mata uang berbeda. Mengapa negara-negara ASEAN tidak menggunakan mata uang tunggal seperti di kawasan Uni Eropa yang menggunakan mata uang euro? Ciri- ciri keaslian Jika di tetesi / dibasahi air dan di letakkan di atas lantai atau sehelai kertas, maka secara menakjub kan Bulu Perindu tersebut akan menggeliat - geliat laksana seekor cacing. . 403 ERROR Request blocked. We can't connect to the server for this app or website at this time. There might be too much traffic or a configuration error. Try again later, or contact the app or website owner. If you provide content to customers through CloudFront, you can find steps to troubleshoot and help prevent this error by reviewing the CloudFront documentation. Generated by cloudfront CloudFront Request ID Ll-Rq0cgh91ykG2Fl5xxEu-HMHd7eH2KOVLgKYLnX_iU2FhMy-iDkA== Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Dalam sejarahnya, Mpu Gandring ini meninggal karena ditikam oleh Ken Arok dengan keris buatannya sendiri. Sebelum meninggal, Mpu Gandring ini mengutuk Ken Arok bahwa nantinya 7 keturunan Ken Arok, termasik Ken Arok sendiri akan terbunuh oleh keris tersebut. Benarkan kutukan itu terwujud? Mari kita simak catatan sejarah, orang yang menjadi korban dibunuh dengan keris Mpu Gandring ini adalah secara berturut-turut adalah sebagai berikut Korban pertama dari Keris Mpu Gandring adalah Mpu Gandring sendiri yang ditikam oleh Ken Arok. Mpu Gandring tewas ditikan dengan senjata buatannya sendiri, senjata memakan tuannya. Korban yang kedua adalah Tunggul Ametung, Akuwu Tumapel suami pertama dari Ken Dedes, yang dibunuh oleh Ken ketiga adalah Kebo Hijo Kebo Ijo yang sial dan dibunuh oleh Ken keempat adalah Ken Arok yang dibunuh oleh Ki Pengalasan atas perintah Anusapati. Anusapati ini adalah anak Tunggul Ametung dan Ken Dedes yang membalaskan kematian kelima adalah Ki Pengalasan yang dibunuh oleh Anusapati untuk menghilangkan jejak, membungkam selamanya sang pelaku agar dirinya lepas dari tuduhan sebagai dalang pembunuhan. Korban keenam adalah Anusapati yang dibunuh oleh Tohjoyo. Tohjoyo ini anak Ken Arok dari Ken Umang. Setelah Anusapati, tidak ada korban lagi akibat dibunuh dengan Keris Mpu enam korban diatas, hanya Ken Arok dan Anusapati saja yang masih terhitung kerabat, itupun hubungannya sebagai ayah tiri atau anak tiri, tidak ada hubungan darah sama sekali. Jadi dengan demikian kutukan Mpu Gandring ini hanya memakan korban Ken Arok pandangan saya, kutukan Mpu Gandring ini tidak terjadi dikarenakan keris yang dibawa Ken Arok itu bukan keris yang dipakai untuk membunuh Mpu Gandring, melainkan keris milik Mpu Gandring pribadi. Keris yang dipakai untuk membunuh Mpu Gandring yang disebut sebagai keris yang belum jadi itu dibuang untuk menghilangkan jejaknya sebagai pembunuh. Jadi itu keris yang berbeda antara yang dipakai untuk membunuh dan yang dibawa untuk selanjutnya dipinjamkan kepada Kebo ini juga didasarkan atas cerita sejarah yang mengatakan bahwa Kebo Hijo itu bangga dan pamer jika memiliki keris yang bagus. Keris yang bagus tentunya baik dari segi ujud maupun hiasan pamor yang ada dipermukaannya, dan juga sekaligus sarung warangkanya benar-benar sudah jadi semprna sedemikian rupa sehingga benar-benar layak disebut keris yang bagus. Kalau keris belum jadi, apanya yang bisa dipamerkan dan dibuat bangga? Sumber gambar pawon, November 2015. 1 2 Lihat Humaniora Selengkapnya loading...Mpu Gandring salah satu sosok yang sangat terkenal karena keahliannya dalam pembuatan keris. Keris hasil olahan tangannya itu tidak hanya berkualitas tinggi, tapi juga memiliki kekuatan gaib. Foto ilustrasi SINDOnews JAKARTA - Mpu Gandring salah satu sosok yang sangat terkenal karena keahliannya dalam pembuatan keris . Ia bukan pembuat keris biasa. Keris hasil olahan tangannya itu tidak hanya berkualitas tinggi, tapi juga memiliki kekuatan gaib atau sakti. Itu sebabnya, banyak orang memesan keris kepadanya. Para bangsawan di Pulau Jawa tak ketinggalan menjadi pelanggan keris buatan Mpu Gandring. Kisah tentang kesaktian keris buatan Mpu Gandring terungkap dalam Kitab Pararaton. Dikisahkan, tujuh nyawa keturunan Ken Arok, termasuk Ken Arok sendiri tewas tertusuk keris buatan Mpu Gandring. Bagaimana kisahnya? Baca Juga Dalam buku berjudul Hitam Putih Ken Arok dari Kejayaan hingga Keruntuhan karya Muhammad Syamsuddin, disebutkan bahwa Mpu Gandring berasal dari Desa Lulambang atau Palumbangan di sebelah utara Kota Wlingi, Blitar. Konon, di tempat inilah, Mpu Gandring mengerjakan senjata sakti yang dipesan oleh banyak kaum bangsawan. Dalam kitab Pararaton, dikisahkan bahwa pada suatu ketika Ken Arok juga ingin mendapatkan keris buatan Mpu Gandring. Ken Arok memesan senjata sakti itu untuk menghabisi nyawa atasannya, Tunggul Ametung. Kala itu, Ken Arok bertugas sebagai pengawal pribadi Tunggul Ametung. Untuk mewujudka niatnya, Ken Arok, ditemani ayah angkatnya Bango Samparan datang ke kediaman Mpu Gandring di Blitar. Saat pertemuan itulah Ken Arok meminta Mpu Gandring agar dibuatkan satu keris yang sakti mandraguna, yang bisa menusuk musuh dalam sekali Gandring pun menyanggupinya, namun meminta waktu pembuatan selama setahun. Permintaan sang ahli keris itu pun diterima Ken Arok. Setelah keduanya mencapai kesepakatan, Ken Arok kemabli menjalankan tugasnya. Begitu pun Mpu Gandring, menjalankan berjalannya waktu, Ken Arok nampaknya tidak sabar untuk segera mendapatkan senjata sakti secepatnya. Lalu ia memutuskan untuk meminta keris itu kepada Mpu Gandring. Dikisahkan, baru lima bulan pembuatan keris itu, Ken Arok mengutus anak buahnya menemui Mpu Gandring, menanyakan perihal keris tersebut. Tentu saja Mpu Gandring tidak meladeninya, selain karena tidak sesuai kesepakatan awal, juga keris itu memang belum tuntas. Sebab, untuk mbuat keris sakti, konon Mpu Gandring harus melewati beberapa ritual dan meditasi yang tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat. Selain itu, pemilihan material untuk pembuatan keris pun tidak utusan Ken Arok, Mpu Gangsring menyampaikan pesan agar pelanggannya sabar jika ingin mendapatkan hasil yang berkualitas sesuai keinginan. Rupanya pesan itu tetap tidak dihiraukan Ken Arok yang kemudian datang sendiri menagih pesanannya. Mpu Gandring Mpu Gandring adalah tokoh dalam Pararaton yang dikisahkan sebagai seorang pembuat senjata ampuh. Keris buatannya konon telah menewaskan Ken Arok pendiri Kerajaan Singosari. Asal-Usul Sunting Mpu Gandring berasal dari desa Lulumbang atau Palumbangan-Doko, dekat Wlingi-Blitar. Ia merupakan sahabat dari Bango Samparan ,ayah angkat Ken Arok. Dikisahkan dalam Pararaton bahwa Ken Arok berniat mencari senjata ampuh untuk membunuh majikannya, yaitu Tunggul Ametung akuwu Tumapel. Ia ingin memiliki sebilah keris yang dapat membunuh hanya sekali tusuk. Bango Samparan dari Karuman Garum-Blitar pun memperkenalkan Ken Arok pada Mpu Gandring. Untuk mewujudkan pesanan Ken Arok, Mpu Gandring meminta waktu setahun. Ken Arok tidak sabar. Ia berjanji akan datang lagi setelah lima bulan. Desa Lulumbang tempat tinggal Mpu Gandring diperkirakan saat ini berada di daerah Plumbangan-Doko, dekat Wlingi Blitar. Tempat pembuatan keris tersebut sampai sekarang masih bisa ditemukan di dukuh Pandean-Wlingi-Blitar. Di kemudian hari setelah Ken Arok menjadi raja, sebagai penebus kesalahannya, Ken Arok menjadikan desa Lulumbang atau Palumbangan menjadi daerah bebas pajak. Pintu gerbang masuk wilayah Palumbangan ini pernah diperbaiki era Majapahit, yang sampai sekarang dikenal dengan Candi Plumbangan Sukatman, 2012 . Kutukan Mpu Gandring Sunting Lima bulan kemudian, Ken Arok benar-benar datang menemui Mpu Gandring. Ia marah melihat keris pesanannya baru setengah jadi. Karena marah, keris itu direbut dan digunakan untuk menikam dada Mpu Gandring. Meskipun belum sempurna, namun keris itu mampu membelah lumpang batu milik Mpu Gandring. Mpu Gandring pun tewas terkena keris buatannya sendiri. Namun ia sempat mengutuk kelak keris tersebut akan merenggut nyawa tujuh keturunan Ken Arok, termasuk Ken Arok sendiri. Ken Arok kembali ke Tumapel untuk membunuh dan merebut kedudukan Tunggul Ametung. Rekan kerjanya yang bernama Kebo Hijo dijadikan kambing hitam segera dihukum mati menggunakan keris yang sama. Ken Arok sendiri akhirnya tewas oleh Anusapati putra Tunggul Ametung. Pengarang Pararaton mengisahkan adanya pembunuhan susul menyusul sejak Tunggul Ametung yang beberapa di antaranya terkena keris buatan Mpu Gandring. Mereka yang tewas terkena keris pusaka tersebut adalah Mpu Gandring, Tunggul Ametung, Kebo Hijo, Ken Arok, pembantu Anusapati, dan terakhir Anusapati sendiri. Sedangkan Tohjaya dikisahkan mati terkena tusukan tombak. Rupanya pengarang Pararaton kurang teliti dalam mewujudkan kelanjutan kutukan Mpu Gandring. Dari tujuh keturunan Ken Arok termasuk dirinya ternyata hanya Ken Arok saja yang mati oleh keris itu. Adapun Anusapati adalah anak tiri, sedangkan Tohjaya meskipun anak kandung namun kematiannya akibat tertusuk tombak Bukan Kena Keris Mpu Gandring. - Pergeseran Makna Sunting Gelar mpu atau empu merupakan gelar Nusantara asli yang kini identik dengan istilah untuk profesi pembuat keris. Padahal sebenarnya tidak demikian. Mpu sendiri artinya penguasa atau majikan atau pemilik. Kata ini masih dijumpai dalam bahasa Indonesia, misalnya, Buku ini mpu-nya siapa?, yang kemudian bergeser menjadi Buku ini punya siapa?. Pada zaman Kerajaan Medang, pengguna gelar mpu tidak harus laki-laki. Misalnya, permaisuri Mpu Sindok menurut data-data prasasti bernama Mpu Kebi. Pada zaman Singhasari dan Majapahit, gelar mpu hanya dipakai oleh golongan terhormat namun bukan bangsawan, dan itu hanya berlaku untuk laki-laki, misalnya Mpu Nambi atau Mpu Sora. Pada zaman Kesultanan Mataram gelar mpu tergeser oleh gelar kyai. Gelar mpu kemudian hanya dipakai oleh para pembuat senjata saja, dan ini diperkirakan berasal dari popularitas tokoh Mpu Gandring dalam Pararaton atau Empu Supa dari naskah-naskah babad. SUMUR Kepustakaan Sunting Mangkudimedja. 1979. Serat Pararaton Jilid 2. Jakarta Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Proyek Penerbitan Buku Sastra Indonesia dan Daerah "Mitos Asal-usul Ken Arok-Raja Singasari Kajian Tradisi Lisan". Laporan Penelitian. Jember FKIP Universitas Jember. Jangan Lupa Gan Cendolnya!! Plees jangan timpuk ame bata yach! 25-04-2017 0355 itu foto aslinya gan 20-05-2017 1523 Aktivis Kaskus Posts 677 Pisau dapur gw juga sakti, perut laper bisa jadi kenyang. 20-05-2017 1728 Kaskus Addict Posts 3,161 Buat ngupas bawang bisa gak? 30-05-2017 0507 Kaskus Addict Posts 1,589 berarti kutukan mpu gandring g kena dong ya.. kan katnya 7 turunan. 01-06-2017 1331 QuoteOriginal Posted By dafuga►berarti kutukan mpu gandring g kena dong ya.. kan katnya 7 turunan. Emang ente turunan keberapa gan??? 04-06-2017 1247 QuoteOriginal Posted By 4thLeavesClover►Pisau dapur gw juga sakti, perut laper bisa jadi kenyang. Yoa...!!apalagi pisaunya siotong,bisa bikin anak orang kenyang 9 bulan dicoba gan...!! 04-06-2017 1250 Kaskus Addict Posts 2,824 itu keris dimaharin ga gan? 04-06-2017 1955 Kaskus Addict Posts 1,589 QuoteOriginal Posted By dulcharem►Emang ente turunan keberapa gan??? ane keturunan ke 8 gan 05-06-2017 0455 Kaskus Addict Posts 1,402 QuoteOriginal Posted By dulcharem► Yoa...!!apalagi pisaunya siotong,bisa bikin anak orang kenyang 9 bulan dicoba gan...!! duduls -D 23-06-2017 2136 Diubah oleh s4m33ns 28-07-2017 0304 QuoteOriginal Posted By dulcharem► iya... tapi benda yang ente upload ini tidak memenuhi syarat untuk disebut keris boss... ini belati cetakan yang berbentuk mirip keris... untuk disebut sebagai keris itu harus memenuhi kriteria tertentu sesuai pakem... hasil tempaan... bukan cetakan seperti yang di gambar mempunyai pamor... yang didapat dari lipatan lipatan besi yang di tempa terdiri dari dua bagaian yang disatukan... bagaian wilah dan gonjo dll etc... sesuai pakem hal ikwal tentang keris Nusantara... kalau benda dalam gambar ini tidak mewakili keris... tidak bisa disebut keris... banyak dijual di klitikan... benda benda pajangan... lebih baik ente belajar dulu tentang keristologi. sebelum bikin trit seperti ini... perbaiki trit nya ya bosss... coba ente ganti gambar yang diatas.. dengan gambar keris yang beneran ya bosss..... kalau kesulitan mendapat literature baku keris... salah satunya bisa didapat di sini... untuk pengenalan keris 28-07-2017 0253 Diubah oleh s4m33ns 28-07-2017 0337 Kaskus Addict Posts 1,157 Ane pernah di ceritain temen, dia mau narik keris empu gandring dan ternyata pemiliknya masih ken arok. Alih2 mau merebut khodam dia yg jarak bisa di bilang 15m masih kepotong telinganya dengan sekali tebas oleh keris itu padahal khodam nya sdh mengelak. Percaya atau tidak silahkan. Hanya saja keris empu gandring memang hanya untuk mencelakai / menghabisi. 28-07-2017 0720 QuoteOriginal Posted By polyglot►Ane pernah di ceritain temen, dia mau narik keris empu gandring dan ternyata pemiliknya masih ken arok. Alih2 mau merebut khodam dia yg jarak bisa di bilang 15m masih kepotong telinganya dengan sekali tebas oleh keris itu padahal khodam nya sdh mengelak. Percaya atau tidak silahkan. Hanya saja keris empu gandring memang hanya untuk mencelakai / logika dan perasaanmu... Teman ente itu sedang berbohong tidak... Gan?? 30-07-2017 0111 Kaskus Addict Posts 1,157 QuoteOriginal Posted By s4m33ns► Menurut logika dan perasaanmu... Teman ente itu sedang berbohong tidak... Gan?? Ngak, kalo masalah yg dia hadapi ken arok atau bukan ane ragu. Tapi kalo berbohong ngak. Dia termasuk sakti. Dan dah saya menyaksikan kesaktiannya. Seandainya dia dalam keadaan suci bersihlah. Cuma ngeliat doang jin bisa ngelebur pernah ia gunain. Pernah buka gerbang yg isinya api semua. Punya pedang zulfikar. Edit setelah saya teliti menurut saya benar ken arok 30-07-2017 0908 Kaskus Addict Posts 1,236 btw ken arok udh masuk sejarah apa mitos sih. Padahal udh ada kitab pararaton yak. kok pake kata2 "konon" jadi kesan nya masih simpang siur. 30-07-2017 1013 QuoteOriginal Posted By polyglot► Ngak, kalo masalah yg dia hadapi ken arok atau bukan ane ragu. Tapi kalo berbohong ngak. Dia termasuk sakti. Dan dah saya menyaksikan kesaktiannya. Seandainya dia dalam keadaan suci bersihlah. Cuma ngeliat doang jin bisa ngelebur pernah ia gunain. Pernah buka gerbang yg isinya api semua. Punya pedang zulfikar. Edit setelah saya teliti menurut saya benar ken arokOOO.... Gitu ya... Dia sampai sampai punya pedang Zulfikar ya gan... coba tanyakan gan... apa dia pernah ketemu dengan para guru guru sakti dari negeri morronia ??? 30-07-2017 1330 Diubah oleh s4m33ns 30-07-2017 1920 Keris, traditional weapon of South East Asia, with its sheath. The Legend of the Keris of Mpu Gandring is a tale about a legendary keris famous for its curse. The keris was made by a famous keris maker Mpu Gandring who allegedly lived in the 11th century. He was killed by his own creation and, before his death, he cast a curse on the keris. Book of Kings[] The tale about the legend of the Keris of Mpu Gandring is written in the Pararaton Book of Kings, a manuscript written in Kawi language. The final part of its text is believed to be written between AD 1481 and 1600. The manuscript chronicles the lives of kings of Javanese kingdoms of Singhasari 1222–1292 and Majapahit 1293–1500. Ken Arok's youth[] A statue of Prajnaparamita, Hindu goddess of wisdom and learning, from Singhasari era. The statue was allegedly modeled after the face and figure of Ken Dedes. Ken Arok was believed to be the son of Hindu god Brahma with a human female Ken Endok, the wife of a Hindu priest Gajahpura. Afraid that her affair with the god would be found out by her husband, she left the baby in a cemetary. A thief named Lembong found the baby and took him as his son. Ken Arok grew up to be a thief and gambler. His gambling created a huge debt to Lembong who later drove him away from his house. Ken Arok was then adopted by an older gambler named Bango Samparan who considered him as fortune bringer. Disliking his new stepmother, Bango Samparan's wife Genuk Buntu, he left with his new found friend Tita, son of Siganggeng village chief. The two of them became a pair of robbers feared and infamous in Kadiri area. Meeting Ken Dedes[] Ken Arok then met Lohgawe, a Hindu priest from India who was on a journey to Java to find the avatar of Hindu god Vishnu. The priest believed that Ken Arok was the one he seek and he taught him to abandon his sinful life and start a new life. With the priest's help, Ken Arok was accepted to work as a bodyguard for Tunggul Ametung, a powerful regional leader of Tumapel area. One day, Ken Arok accidentally saw Ken Dedes, the beautiful wife of Tunggul Ametung, when she stepped down from her carriage to take a bath in a nearby pool. A gush of wind blew over the cloth she was wearing revealing her legs. Ken Arok—who already had a wife whose name was Ken Umang, whom he left in his village while she was pregnant—was surprised to see a beautiful light shining from her genitals. Later, Lohgawe told Ken Arok that the light was the sign that Ken Dedes would gave birth to a lineage of kings and that any man who took her as a wife would be a king. Keris of Mpu Gandring[] Ken Arok was so taken by Ken Dedes' beauty and instantly fell in love with her. He was so determined to have her as his wife by any means necessary. In order to have his desire come true, he need a special weapon to kill Tunggul Ametung who was known to be very powerful. He seek the help of a famous keris maker, Mpu Gandring, to make him an exceptionally strong keris. The old man promised Ken Arok that the keris would be ready within a year, but Ken Arok was not a patient man. Within five months, Ken Arok visited the old man again to check on his keris. He saw that the kris had already taken shape and was strong enough to be called an exceptional weapon. However, Mpu Gandring stated that he still needed several months to perform rituals to imbue the kris with more magical power, not only to make it strong but also to prevent it from becoming an evil and deadly weapon. Knowing that Ken Dedes was pregnant, and because he was planning to murder Tunggul Ametung before she gave birth to an heir, Ken Arok became furious. He took the keris and stabbed Mpu Gandring. Just before taking his last breath, Mpu Gandring cast the famous curse on the keris that it would kill Ken Arok himself and seven generations of his descendants. Killing Tunggul Ametung[] As part of his scheme, Ken Arok then gave the keris to Kebo Ijo, another bodyguard of Tunggul Ametung who was known as a greedy person fond of collecting keris. As expected Kebo Ijo showed the beautiful but deadly keris to everyone he met. On the night he planned to do the murder, he stole the keris from Kebo Ijo while he was sleeping and secretly went to Tunggul Ametung's room and stabbed the man to death. The next morning, everyone was shocked to hear that Tunggul Ametung was dead. The keris that was found at Tunggul Ametung's side was recognized as Kebo Ijo's keris, leading to accusation of Kebo Ijo as the murderer. Pretending to avenge Tunggul Ametung's death, Ken Arok stabbed Kebo Ijo to death using the keris. Marrying Ken Dedes and founding the Kingdom of Singhasari[] After killing Kebo Ijo, Ken Arok appointed himself as leader of Tumapel region and took Ken Dedes as his wife. But Ken Arok was not yet saisfied. In 1222, at the battle of Ganter, he defeated King Kertajaya of the Kingdom of Kediri and founded the new kingdom of Singhasari. Kediri became an area under the kingdom of Singhasari. Death of Ken Arok[] As Ken Dedes was pregnant when she married Ken Arok, she had a son Anusapati, who became Ken Arok's step son. For a long tme, Anusapati suspected that he was not Ken Arok's real son by the way he treated him differently. One day, he found out the truth about Ken Arok as the murderer of his real father, Tunggul Ametung. He then took the cursed keris and ordered his assistant to stab Arok from the back with the keris when he was having dinner. After Ken Arok was dead, Anusapati killed the assistant with the same keris so that there was no witness. Anusapati's death[] After Ken Arok's death, Anusapati took over the kingdom of Singhasari. Tohjaya, Ken Arok's son from his first wife, Ken Umang, eventually found out about Ken Arok's murder by Anusapati and went out to seek a revenge. In a royal cockfight event, something that Anusapati liked to do, Tohjaya grabbed the cursed keris from Anusapati and stabbed him to death, and thus Tohjaya took over Singhasari from Anusapati. Tohjaya's demise[] As a king, Tohjaya was proven to be a bad one which led to a revolt which cost him his life, in which he was killed by a spear. After Tohjaya's death, the keris of Mpu Gandring went missing. Ranggawuni, Anusapati's son, took over the Kingdom of Singhasari. Conclusion[] Although the keris of Mpu Gandring was proven to be lethal, it did not take the live of any descendants of Ken Arok, as said by the curse, and took only six lives. Here is a list of the victims of the Keris Mpu Gandring, the maker of the keris. Tunggul Ametung, leader of Tumapel area, husband of Ken Dedes at the time. Kebo Ijo, another one of Tunggul Ametung's bodyguard beside Ken Arok. Ken Arok, founder of the Kingdom of Singhasari. Ki Pengalasan, Anusapati's assistant who killed Ken Arok Anusapati, Ken Dedes' son from Tunggul Ametung. Tohjaya, Ken Arok's son from his first wife, Ken Umang, was not killed by the keris but by the wound he got from a spear in a revolt.

ciri ciri keris mpu gandring