H92 09 adalah kode ICD-10-CM yang dapat ditagih/spesifik yang dapat digunakan untuk menunjukkan diagnosis untuk tujuan penggantian biaya. Apa kode ICD 10 untuk sakit telinga kronis? Kode Diagnosis ICD-10-CM 2021 H92. 0: Otalgia. Apa singkatan dari ICD-9-CM? ICD - ICD-9-CM - Klasifikasi Penyakit Internasional, Revisi Kesembilan, Modifikasi Klinis. . Kode ICD 10 Otalgia – Diketahui, jika berbagai macam gangguan kesehatan bisa saja menyerang tubuh manusia. Di mana setiap gangguan tersebut memiliki kode masing-masing, kode tersebut dinamakan kode ICD 10 atau banyak menyebutnya kode diagnosa BPJS apa sebenarnya kode ICD 10? Di mana kode ICD 10 adalah sistem klasifikasi penyakit atau pengelompokan penyakit yang sejenis, istilah penyakit dan masalah berkaitan dengan kesehatan. Biasanya kode ICD 10 akan digunakan dokter saat mendiagnosis penyakit Itu OtalgiaKode ICD 10 OtalgiaPenyebab Otalgia / Sakit Telinga1. Infeksi Telinga2. Tinitus3. Barotrauma4. MeniereGejala OtalgiaPengobatan OtalgiaPencegahan OtalgiaKesimpulanTentu saja dari banyaknya gangguan kesehatan yang terjadi pada tubuh manusia, menjadikan kode ICD 10 sangat banyak dan berbeda pula. Mengenai hal itu, tentu saja tidak semua kode ICD 10 dari gangguan Kesehatan bisa teringat pada kesempatan kali ini, kami akan sajikan informasi mengenai kode ICD 10 Otalgia atau gangguan sakit telinga. Bagi Anda yang bertanya mengenai kode ICD 10 masalah pada telinga ini, maka bisa simak penjelasan ini sampai Itu OtalgiaSebelum lanjut ke pembahasan mengenai kode ICD 10, alangkah baiknya Anda mengetahui dahulu apa itu sebenarnya gangguan kesehatan bernama otalgia. Otalgia / sakit telinga adalah suatu kondisi yang menyebabkan sakit parah atau ringan di telinga baik luar maupun nyeri dibagian dalam dan luar telinga ini bisa saja mengganggu pendengaran dan sering disebabkan oleh kelebihan cairan dan infeksi. Dengan semakin timbulnya rasa sakit maka akan membuat aktivitas / rutinitas bisa ke pembahasan mengenai kode ICD 10-nya, lalu berapa kode ICD 10 dari otalgia? Untuk gangguan kesehatan sakit kuping ini sendiri adalah Kode diagnosis akan lebih spesifik tergantung dengan letak dari gangguan itu terjadi. Jadi lihat tabel kode ICD 10 di bawah telinga telinga kedua telinga tidak spesifikBisa dikatakan kode ICD 10 otalgia berbeda dengan kode penyakit telinga lain seperti misalnya dengan kode ICD 10 serumen prop. Jadi perlu untuk dipahami setiap kode 10 ICD Otalgia / Sakit TelingaKemudian setelah tahu kode ICD 10 otalgia, kami juga akan sampaikan penyebab yang menjadikan otalgia terjadi. Untuk penyebab dari otalgia, sakit / nyeri telinga diantara lainnya karena1. Infeksi TelingaInfeksi telinga luar otitis exsterna dan telinga tengah otitis media, untuk infeksi telinga luar biasanya berupa peradangan pada saluran telinga. Sedangkan infeksi telinga tengah biasanya menyebabkan pembengkakan pada saluran tuba eustachius sehingga mengakibatkan penumpukan cairan dari peradangan, produksi lendir, dan proses penyakit yang tidak langsung diobati dengan semestinya / baik maka akan muncul cairan menyerupai nanah yang akan keluar dari telinga. Infeksi ini seringkali dialami anak-anak yang berusia di bawah umur 10 tahun, namun bukan berarti tidak bisa terjadi pada orang TinitusTinitus adalah kondisi seseorang mendengar suara mendenging di dalam telinga, namun sumber suara tidak dari luar tubuh. Gejala ini sering muncul saat seseorang mengalami masalah di telinga tengah maupun dalam. Infeksi telinga tengah juga bisa menyebabkan terjadinya BarotraumaPenyebab lainnya otalgia adalah barotrauma atau kondisi terjadinya cedera telinga akibat adanya perubahan tekanan udara maupun air. Umum barotrauma dialami oleh pendaki gunung, saat naik pesawat dan menyelam di kedalaman MenierePenyakit meniere biasanya terjadi jika terdapat abnormalitas cairan di dalam telinga, umumnya penderita akan alami sakit telinga, vertigo dan tinitus tiba-tiba. Hal itu dikarenakan vertigo dan tinitus merupakan gejala utama penyakit OtalgiaSelain penyebab di atas, para penderita otalgia atau nyeri telinga juga akan memunculkan beberapa gejala. Namun secara umum, gejala-gejala yang dialami oleh seorang penderita otalgia misalnya sepertiAdanya kondisi lain berupa pilek/ ringan bahkan kehilangan pendengaran/sulit menggosok/mengorek nafsu cairan dari rasa sesak pada radang ringan baik di dalam dan luar OtalgiaSaat sudah alami beberapa gejala di atas, otalgia justru semakin parah dan mengganggu aktivitas. Maka segera untuk konsultasikan kepada dokter atas permasalahan gangguan kesehatan pada telinga ini, nantinya dokter akan itu baru dokter akan memberikan sebuah penanganan / pengobatan dengan menyesuaikan kondisi otalgia itu terjadi. Untuk beberapa infeksi bisa sembuh tanpa obat antibiotik, obat untuk mengatasi kondisi ini tergantung dari banyak hal, baik dari usia dan keparahan dokter akan menyarankan penderita konsumsi obat untuk mengurangi rasa sakit dari infeksi seperti acetaminophen Tylenol atau ibuprofen Advil, Motrin IB dan lainnya. Selain itu menyarankan juga untuk perawatan dirumah dengan gaya hidup OtalgiaAda banyak pencegahan yang bisa dilakukan, salah satunya dengan menghindari penyebab otalgia yaitu radang telinga. Untuk hal ini Anda bisa mengurangi risiko radang telinga seperti misalnyaHindari paparan langsung dengan pengidap otitis mediaJauhkan anak dari lingkungan penuh asap / cara pemberian makan ASI mencuci tangan menggunakan air dan pola hidup sehat pembahasan kode ICD 10 otalgia / sakit telinga beserta informasi terkait lain yang dapat sajikan. Semoga adanya informasi kode ICD 10 sakit telinga di atas bisa bermanfaat untuk semua yang Gambar ICD-10-CM Codes › H60-H95 › H90-H94 › H93- › 2023 ICD-10-CM Diagnosis Code Tinnitus 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 Non-Billable/Non-Specific Code should not be used for reimbursement purposes as there are multiple codes below it that contain a greater level of detail. The 2023 edition of ICD-10-CM became effective on October 1, 2022. This is the American ICD-10-CM version of - other international versions of ICD-10 may differ. The following codes above contain annotation back-referencesAnnotation Back-ReferencesIn this context, annotation back-references refer to codes that containApplicable To annotations, orCode Also annotations, orCode First annotations, orExcludes1 annotations, orExcludes2 annotations, orIncludes annotations, orNote annotations, orUse Additional annotations that may be applicable to H60-H95 2023 ICD-10-CM Range H60-H95Diseases of the ear and mastoid processNoteUse an external cause code following the code for the ear condition, if applicable, to identify the cause of the ear conditionType 2 Excludescertain conditions originating in the perinatal period P04-P96certain infectious and parasitic diseases A00-B99complications of pregnancy, childbirth and the puerperium O00-O9Acongenital malformations, deformations and chromosomal abnormalities Q00-Q99endocrine, nutritional and metabolic diseases E00-E88injury, poisoning and certain other consequences of external causes S00-T88neoplasms C00-D49symptoms, signs and abnormal clinical and laboratory findings, not elsewhere classified R00-R94 Diseases of the ear and mastoid process Clinical Information A disorder characterized by noise in the ears, such as ringing, buzzing, roaring or clicking. A disorder in which a person hears noises such as buzzing, ringing, clicking, or the sound of a pulse, when no outside sound is causing them. Tinnitus may have many different causes, and may be a symptom of another disease or condition. It may be caused by certain tumors and anticancer drugs. A noise in the ears, such as ringing, buzzing, roaring, clicking. A nonspecific symptom of hearing disorder characterized by the sensation of buzzing, ringing, clicking, pulsations, and other noises in the ear. Objective tinnitus refers to noises generated from within the ear or adjacent structures that can be heard by other individuals. The term subjective tinnitus is used when the sound is audible only to the affected individual. Tinnitus may occur as a manifestation of cochlear diseases; vestibulocochlear nerve diseases; intracranial hypertension; craniocerebral trauma; and other conditions. Do you hear a ringing, roaring, clicking or hissing sound in your ears? do you hear this sound often or all the time? does the sound bother you? if you answer is yes, you might have tinnitus. Millions of people in the United States Have tinnitus. People with severe tinnitus may have trouble hearing, working or even sleeping. Causes of tinnitus include hearing loss, exposure to loud noises or medicines you may be taking for a different problem. Tinnitus may also be a symptom of other health problems, such as allergies, high or low blood pressure, tumors and problems in the heart, blood vessels, jaw and neck. Treatment depends on the cause. Treatments may include hearing aids, sound-masking devices, medicines and ways to learn how to cope with the noise. nih national institute on deafness and other communication disorders Symptom of hearing disorder characterized by the sensation of buzzing, ringing, clicking, pulsations, roaring or other noises in the ear. Code History 2016 effective 10/1/2015 New code first year of non-draft ICD-10-CM 2017 effective 10/1/2016 No change 2018 effective 10/1/2017 No change 2019 effective 10/1/2018 No change 2020 effective 10/1/2019 No change 2021 effective 10/1/2020 No change 2022 effective 10/1/2021 No change 2023 effective 10/1/2022 No change Tinnitus NOS audible aurium subjective ICD-10-CM Codes Adjacent To Transient ischemic deafness Unspecified degenerative and vascular disorders of ear Unspecified degenerative and vascular disorders of right ear Unspecified degenerative and vascular disorders of left ear Unspecified degenerative and vascular disorders of unspecified ear Tinnitus …… unspecified ear Pulsatile tinnitus …… unspecified ear Other abnormal auditory perceptions Reimbursement claims with a date of service on or after October 1, 2015 require the use of ICD-10-CM codes. Otitis Media Akut Pengertian Otitis Media AkutKeluhanFaktor RisikoPemeriksaan FisikDiagnosis KlinisDiagnosis BandingKomplikasiPenatalaksanaan dan pengobatan Otitis Media AkutPemeriksaan Penunjang LanjutanRencana Tindak LanjutKonseling dan EdukasiKriteria RujukanSarana PrasaranaPrognosisKode ICD X Pengertian Otitis Media Akut Otitis media akut atau disingkat OMA adalah peradangan sebagian atau seluruh mukosa telinga tengah, tuba eustachius, antrum mastoid, dan sel-sel mastoid yang terjadi dalam waktu kurang dari 3 minggu. ICD X OMA Prevalensi kejadian OMA banyak diderita oleh anak-anak maupun bayi dibandingkan pada orang dewasa tua maupun dewasa muda. Pada anak-anak makin sering menderita infeksi saluran napas atas, maka makin besar pula kemungkinan terjadinya OMA disamping oleh karena sistem imunitas anak yang belum berkembang secara sempurna. Pada bayi terjadinya OMA dipermudah oleh karena tuba eustachius pendek, lebar, dan letak agak horizontal. Keluhan Pasien datang dengan keluhan yang bergantung pada stadium OMA yang terjadi. Pada anak, keluhan utama adalah rasa nyeri di dalam telinga dan demam serta ada riwayat batuk pilek sebelumnya. Anak juga gelisah, sulit tidur, tiba-tiba menjerit waktu tidur, bila demam tinggi sering diikuti diare dan kejang-kejang. Kadang-kadang anak memegang telinga yang sakit. Pada stadium supurasi pasien tampak sangat sakit, dan demam, serta rasa nyeri di telinga bertambah hebat. Bila terjadi ruptur membran timpani, maka sekret mengalir ke liang telinga, suhu tubuh turun, dan anak tertidur tenang. Pada anak yang lebih besar atau dewasa, selain rasa nyeri terdapat pula gangguan pendengaran dan rasa penuh dalam telinga. Faktor Risiko a. Bayi dan anak b. Infeksi saluran napas berulang c. Bayi yang tidak mendapatkan ASI Eksklusif Pemeriksaan Fisik a. Dapat ditemukan demam b. Pemeriksaan dengan otoskopi untuk melihat membran timpani Pada stadium oklusi tuba Eustachius terdapat gambaran retraksi membran timpani, warna membran timpani suram dengan reflex cahaya tidak terlihat. Pada stadium hiperemis membran timpani tampak hiperemis serta edema. Pada stadium supurasi membran timpani menonjol ke arah luar bulging berwarna kekuningan. Pada stadium perforasi terjadi ruptur membran timpani dan nanah keluar mengalir dari telinga tengah ke liang telinga luar. 5. Pada stadium resolusi bila membran timpani tetap utuh, maka perlahan-lahan akan normal telah terjadi perforasi, maka sekret akan berkurang dan mengering. c. Pada pemeriksaan penala yang dilakukan pada anak yang lebih besar dapat ditemukan tuli konduktif Diagnosis Klinis Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik. Otitis Media Akut Stadium oklusi tuba Eustachius Adanya gambaran retraksi membran timpani akibat terjadinya tekanan negatif di dalam telinga tengah, karena adanya absorpsi udara. Membran timpani terlihat suram dengan refleks cahaya menghilang. Efusi mungkin telah terjadi, tapi tidak dapat dideteksi. Stadium ini sulit dibedakan dengan otitis media serosa yang disebabkan oleh virus atau alergi. Stadium Hiperemis Tampak pembuluh darah melebar di membran timpani sehingga membran timpani tampak hiperemis serta edema. Sekret yang terbentuk mungkin masih bersifat eksudat yang serosa sehingga sukar dilihat. Stadium Supurasi Edema yang hebat pada mukosa telinga tengah dan hancurnya sel epitel superfisial, serta terbentuknya eksudat yang purulen di kavum timpani yang menyebabkan membran timpani menonjol bulging ke arah telinga luar. Pasien tampak sangat sakit, dan demam, serta rasa nyeri di telinga bertambah hebat. Bila tidak dilakukan insisi miringotomi pada stadium ini, kemungkinan besar membran timpani akan ruptur dan keluar nanah ke liang telinga luar. Dan bila ruptur, maka lubang tempat ruptur perforasi kadang tidak menutup kembali terutama pada anak usia lebih dari 12 tahun atau dewasa. Stadium Perforasi Karena beberapa sebab seperti terlambatnya pemberian antibiotika atau virulensi kuman yang tinggi, maka dapat terjadi ruptur membran timpani dan nanah keluar mengalir dari telinga tengah ke liang telinga luar. e. Stadium Resolusi Diagnosis Banding Otitis media serosa akut Otitis eksterna Komplikasi Otitis Media Supuratif Kronik Abses sub-periosteal Mastoiditis akut Penatalaksanaan dan pengobatan Otitis Media Akut a. Asupan gizi yang baik untuk meningkatkan daya tahan tubuh b. Pemberian farmakoterapi dengani 1. Topikal Pada stadium oklusi, tujuan terapi dikhususkan untuk membuka kembali tuba eustachius. Obat tetes hidung HCl efedrin 0,5% atau oksimetazolin 0,025% diberikan dalam larutan fisiologik untuk anak kurang dari 12 tahun dan HCl efedrin 1% atau oksimetazolin 0,05% dalam larutan fisiologik untuk anak yang berumur lebih dari 12 tahun atau dewasa. Pada stadium perforasi, diberikan obat cuci telinga H2O2 3% selama 3-5 hari, dilanjutkan antibiotik adekuat yang tidak ototoksik seperti ofloxacin tetes telinga sampai 3 minggu. 2. Oral sistemik Dapat diberikan antihistamin bila ada tanda-tanda alergi. Antipiretik seperti paracetamol sesuai dosis anak. Antibiotik yang diberikan pada stadium oklusi dan hiperemis ialah penisilin atau eritromisin, selama 10-14 hari Ampisilin Dewasa 500 mg 4 x sehari; Anak 25 mg/KgBB 4 x sehari atau Amoksisilin Dewasa 500 mg 3 x sehari; Anak 10 mg/KgBB 3 x sehari atau Eritromisin Dewasa 500 mg 4 x sehari; Anak 10 mg/KgBB 4 x sehari Jika terdapat resistensi, dapat diberikan kombinasi dengan asam klavulanat atau sefalosporin. Pada stadium supurasi dilakukan miringotomi kasus rujukan dan pemberian antibiotik. Antibiotik yang diberikan Amoxyciline Dewasa 3×500 mg/hari. Pada bayi/anak 50mg/kgBB/hari; atau Erythromycine Dewasa/ anak sama dengan dosis amoxyciline;atau Cotrimoxazole kombinasi trimethroprim 80 mg dan sulfamethoxazole 400 mg tablet untuk dewasa 2×2 tablet, anak trimethroprim 40 mg dan sulfamethoxazole 200 mg suspensi 2×5 ml. Jika kuman sudah resisten infeksi berulang kombinasi amoxyciline dan asam klavulanat, dewasa 3×625 mg/hari. Pada bayi/anak, dosis disesuaikan dengan BB dan usia. c. Miringotomi kasus rujukan Indikasi miringotomi pada anak dengan OMA adalah nyeri berat, demam, komplikasi OMA seperti paresis nervus fasialis, mastoiditis, labirinitis, dan infeksi sistem saraf pusat. Miringotomi merupakan terapi third-line pada pasien yang mengalami kegagalan terhadap dua kali terapi antibiotik pada satu episode OMA. Pemeriksaan Penunjang Lanjutan Kultur bakteri pada kasus OMA berulang dan dilakukan di layanan sekunder. Rencana Tindak Lanjut Dilakukan pemeriksaan membran tympani selama 2-4 minggu sampai terjadi resolusi membran tymphani menutup kembali jika terjadi perforasi. Konseling dan Edukasi Memberitahu keluarga bahwa pengobatan harus adekuat agar membran timpani dapat kembali normal. Memberitahu keluarga untuk mencegah infeksi saluran napas atas ISPA pada bayi dan anak-anak, menangani ISPA denganpengobatan adekuat. Memberitahu keluarga untuk menganjurkan pemberian ASI minimal enam bulan sampai dengan 2 tahun. Menghindarkan pajanan terhadap lingkungan merokok dan lain-lain. Kriteria Rujukan Jika indikasi miringotomi. Bila membran tymphani tidak menutup kembali setelah 3 bulan. Sarana Prasarana Lampu kepala Spekulum telinga Aplikator kapas Otoskop Prognosis Prognosis quo ad fungsionam dan sanationam adalah dubia ad bonam jika pengobatan adekuat. Bila daya tahan tubuh baik atau virulensi kuman rendah, maka resolusi dapat terjadi walaupun tanpa pengobatan. OMA berubah menjadi OMSK bila perforasi menetap dengan sekret yang keluar terus menerus atau hilang timbul. OMA dapat menimbulkan gejala sisa berupa otitis media serosa bila sekret menetap di kavum timpani tanpa terjadinya perforasi. Kode ICD X Kode ICD 10 Otitis Media Akut adalah 0% found this document useful 0 votes82 views10 pagesOriginal TitleKODE DIAGNOSA ICD 10 LAGICopyright© © All Rights ReservedShare this documentDid you find this document useful?0% found this document useful 0 votes82 views10 pagesKode Diagnosa Icd 10 LagiOriginal TitleKODE DIAGNOSA ICD 10 LAGIJump to Page You are on page 1of 10 You're Reading a Free Preview Pages 5 to 9 are not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime. 12 Desember 2018 Kedokteran Otitis Eksterna Pengertian Otitis EksternaKeluhanFaktor RisikoPemeriksaan FisikPemeriksaan PenunjangDiagnosis KlinisKlasifikasiDiagnosis BandingKomplikasiPenatalaksanaan dan Pengobatan Otitis EksternaPemeriksaan Penunjang LanjutanRencana Tindak LanjutKonseling dan EdukasiKriteria RujukanSarana PrasaranaPrognosisKode ICD X Pengertian Otitis Eksterna Otitis eksterna adalah radang liang telinga akut maupun kronis disebabkan oleh infeksi bakteri, jamur, dan virus. Penyakit ini sering dijumpai pada daerah-daerah yang panas dan lembab dan jarang pada iklim-iklim sejuk dan kering. ICD X Otitis Eksterna Keluhan Pasien datang dengan keluhan rasa sakit pada telinga, terutama bila daun telinga disentuh dan waktu mengunyah. Namun pada pasien dengan otomikosis biasanya datang dengan keluhan rasa gatal yang hebat dan rasa penuh pada liang telinga. Rasa sakit di dalam telinga bisa bervariasi dari yang hanya berupa rasa tidak enak sedikit, perasaan penuh di dalam telinga, perasaan seperti terbakar hingga rasa sakit yang hebat, serta berdenyut. Rasa penuh pada telinga merupakan keluhan yang umum pada tahap awal dan sering mendahului terjadinya rasa sakit dan nyeri tekan daun telinga. Kurang pendengaran mungkin terjadi pada otitis eksterna disebabkan edema kulit liang telinga, sekret yang serous atau purulen, penebalan kulit yang progresif sehingga sering menyumbat lumen kanalis dan menyebabkan timbulnya tuli konduktif. Faktor Risiko Lingkungan yang panas dan lembab Berenang Membersihkan telinga secara berlebihan, seperti dengan cotton bud ataupun benda lainnya Kebiasaan memasukkan air ke dalam telinga Penyakit sistemik diabetes Pemeriksaan Fisik a. Nyeri tekan pada tragus b. Nyeri tarik daun telinga c. Kelenjar getah bening regional dapat membesar dan nyeri d. Pada pemeriksaan liang telinga Pada otitis eksterna sirkumskripta dapat terlihat furunkel atau bisul serta liang telinga sempit; Pada otitis eksterna difusa liang telinga sempit, kulit liang telinga terlihat hiperemis dan udem yang batasnya tidak jelas serta sekret yang sedikit. Pada otomikosis dapat terlihat jamur seperti serabut kapas dengan warna yang bervariasi putih kekuningan Pada herpes zoster otikus tampak lesi kulit vesikuler di sekitar liang telinga. e. Pada pemeriksaan penala kadang didapatkan tuli konduktif. Pemeriksaan Penunjang Pemeriksaan sediaan langsung jamur dengan KOH untuk otomikosis Diagnosis Klinis Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang. Klasifikasi a. Otitis Eksterna Akut Otitis eksterna sirkumskripta Infeksi bermula dari folikel rambut di liang telinga yang disebabkan oleh bakteri stafilokokus dan menimbulkan furunkel di liang telinga di 1/3 luar. Otitis eksterna difus b. Infeksi pada 2/3 dalam liang telinga akibat infeksi bakteri. Umumnya bakteri penyebab yaitu Pseudomonas. Bakteri penyebab lainnya yaitu Staphylococcus albus, Escherichia coli, Enterobacter aerogenes. Danau, laut dan kolam renang merupakan sumber potensial untuk infeksi Infeksi jamur di liang telinga dipermudah oleh kelembaban yang tinggi di daerah tersebut. Yang tersering ialah jamur Pityrosporum, Aspergillus. Kadang-kadang ditemukan juga kandida albikans atau jamur lain. c. Herpes Zoster Otikus Penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus Varicella zoster. Virus ini menyerang satu atau lebih dermatom saraf kranial. Diagnosis Banding Otitis eksterna nekrotik Perikondritis yang berulang Kondritis Dermatitis, seperti psoriasis dan dermatitis seboroika. Komplikasi Infeksi kronik liang telinga jika pengobatan tidak adekuat dapat terjadi stenosis atau penyempitan liang telinga karena terbentuk jaringan parut Penatalaksanaan dan Pengobatan Otitis Eksterna a. Membersihkan liang telinga dengan pengisap atau kapas dengan berhati-hati. b. Selama pengobatan sebaiknya pasien tidak berenang dan tidak mengorek telinga. c. Farmakologi 1. Topikal Otitis eksterna sirkumskripta pada stadium infiltrat diberikan salep ikhtiol atau antibiotik dalam bentuk salep seperti polymixin B atau basitrasin. Pada otitis eksterna difus dengan memasukkan tampon yang mengandung antibiotik ke liang telinga supaya terdapat kontak yang baik antara obat dengan kulit yang meradang. Pilihan antibiotika yang dipakai adalah campuran polimiksin B, neomisin, hidrokortison dan anestesi topikal. Pada otomikosis dilakukan pembersihan liang telinga dari plak jamur dilanjutkan dengan mencuci liang telinga dengan larutan asam asetat 2% dalam alkohol 70% setiap hari selama 2 minggu. Irigasi ringan ini harus diikuti dengan pengeringan. Tetes telinga siap beli dapat digunakan seperti asetat-nonakueous 2% dan mkresilasetat. 2. Oral sistemik Antibiotika sistemik diberikan dengan pertimbangan infeksi yang cukup berat. Analgetik paracetamol atau ibuprofen dapat diberikan. Pengobatan herpes zoster otikus sesuai dengan tatalaksana Herpes Zoster. Bila otitis eksterna sudah terjadi abses, diaspirasi secara steril untuk mengeluarkan nanah. Pemeriksaan Penunjang Lanjutan Evaluasi pendengaran pada kasus post herpetis zooster otikus. Rencana Tindak Lanjut Tiga hari pasca pengobatan untuk melihat hasil pengobatan. Khusus untuk otomikosis, tindak lanjut berlangsung sekurangkurangnya 2 minggu. Konseling dan Edukasi Pasien dan keluarga perlu diberitahu tentang Tidak mengorek telinga baik dengan cotton bud atau lainnya. Selama pengobatan pasien tidak boleh berenang. Penyakit dapat berulang sehingga harus menjaga liang telinga agar dalam kondisi kering dan tidak lembab. Kriteria Rujukan Pada kasus herpes zoster otikus Kasus otitis eksterna nekrotikan Sarana Prasarana Lampu kepala Corong telinga Aplikator kapas Otoskop Prognosis Prognosis tergantung dari perjalanan penyakit, ada/tidaknya komplikasi, penyakit yang mendasarinya serta pengobatan lanjutannya. Kode ICD X Kode ICD Otitis Eksterna adalah About The Author dr. Agus Haryono

kode icd 10 sakit telinga